Edzard menggelengkan kepala melihat sesosok wanita yang menyeret adik kecilnya menuju ruang penyiksaan itu. Ia teringat jika siang tadi, Emmanuel mengompol. Mommy mereka sangat tak menyukai anak-anaknya yang berbuat kesalahan. Tak segan akan memberi hukuman dan Edzard mengkhawatirkan hal tersebut. Selama ini, Emmanuel selalu lolos dari penyiksaan yang dilakukan Eira. Namun, sekarang tidak. Wanita berwajah datar nan dingin itu menutup keras pintu ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun, kecuali atas kehendaknya. "Bang! Nuel, Bang!" pekik Eidlan yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Anak ketiga Eira langsung berlari menghampiri pintu tersebut. Edzard yang tidak ingin adiknya ikut menjadi korban segera menyusul. "Eidlan, jangan!" teriaknya menghentikan pergerakan Eidlan yang henda

