Seorang wanita memejamkan matanya, menahan rasa mual yang diakibatkan putranya yang muntah-muntah sejak semalam. Saat ini, mereka menempati sebuah kontrakan milik kepala desa untuk beristirahat sementara waktu. Karena dirinya dan anak-anak merasa sangat lelah, akhirnya menyetujui. Mereka tidur beralaskan kasur yang dipinjamkan oleh istri kepala desa. Sungguh sepasang suami-istri itu sangatlah baik dalam memperlakukan orang pendatang di desa mereka. "Mommy, apa Eidlan hamil?" tanya Elan dengan polosnya, membuat Eleana ingin tertawa saat itu juga. "Eidlan sakit, Sayang. Sebentar ya, Mommy mau ambil air hangat dulu." Eleana meraih termos yang semalam dipinjamnya dari Ibu Elis—istri kepala desa. Eidlan merasa lemas. Ia berjalan gontai menuju kasur yang masih ditiduri oleh dua kakaknya da

