Jovi bingung dan ikut terduduk di lantai. Ditatap wajah Gavin yang begitu memilukan. Disentuh pundaknya untuk mengusap memberi kekuatan. Dengan lirih Jovi mulai untuk bertanya. "Gavin! Kenapa?" Gavin menatapnya dan kemudian memeluk Jovi. Ia menundukkan kepalanya di bahu sang pacar. Membiarkan dirinya bernafas dengan sesak dan panjang. "Kenapa kamu jadi begini?" tanya Jovi yang sudah sangat cemas. Tak biasanya Gavin seperti ini. "Terus ini apa Vin?" tanya Jovi sambil melempar pandang ke segala arah melihat kopernya seperti terlempar begitu saja. Sementara bahunya masih digunakan Gavin untuk tempat bersandar. “Aku harus pergi. Kalau nggak, papa nggak akan bantuin kamu buat miliki lagi perusahaan almarhum papa kamu Jov! Almarhum Papa Chandra.” Gavin akhirnya mengangkat wajahnya, lalu

