Cinta yang hadir dan ingin mekar seperti bunga, terpaksa menguncup lagi dan jadi bunga layu. Hilang warna yang indah dan aroma harum dari bunga itu. ** Jovi sedang terlelap di kamarnya. Ia sempat mengalami ketakutan yang berlebihan lagi saat papanya marah sewaktu memanggil Gavin. Sehingga kembali dokter Ana, dokter yang selama ini masih terus memantau perkembangan Jovi akhirnya datang ke rumah. “Dia sepertinya syok dengan keributan yang sempat terjadi antara kalian berdua. Jadi please, saya mohon, dia ini masih remaja belasan tahun yang butuh ketenangan. Bukan malah disuguhi aksi pertengkaran. Apa sih yang Pak Kevin sama Gavin ributkan tadi?” Dokter Ana yang biasanya berkata-kata dengan santai, untuk saat ini terdengar sedikit emosi. Matanya menatap tajam bergantian pada Gavin dan papan

