Di dalam mobil selama perjalanan pulang. Jovi tak bisa berhenti untuk tak bersandar ke pundak pacar sekaligus kakaknya itu, atau sekedar hanya untuk menatap dan memperhatikannya dengan begitu dalam selama Gavin menyetir mobil. “Sekarang kamu terus yang lihatin aku,” ucap Gavin. Ia sadar kalau sepasang mata Jovi melihat terus ke arahnya. “Kenapa? Nggak boleh?” Jovi malah menatapnya semakin dekat, seperti berusaha menggoda Gavin. Matanya sedikit genit dengan senyum nakal manja yang minta dicubit. “Boleh!” jawab Gavin sambil menatap sekilas. Hingga setelah sampai di sebuah belokan. Mobil Gavin berhenti melaju. ia kemudian membalas tatapan mata dari Jovi. “Kamu jangan godain aku terus.” Gavin memangkas jarak di antara mereka dalam sekejap. Lalu bersentuhan dan Jovi biarkan saja. Ia se

