Gavin lantas tersenyum dengan menawan, matanya tajam menatap gadis bule cantik yang bodynya seperti model. Ada rambut pirang yang terbang menyentuh wajah Gavin. Dengan begitu terbiasa, tangan Gavin merapikannya. Menyibak, dan meletakkan di belakang telinga. Aroma vanila terhirup masuk dan menggelitik penciuman Gavin. Jujur, dirinya suka aroma ini. Sejenak ia memasang tatapan mata liar. Mengandung umpan hingga membuat gadis bule tersebut beranjak dan duduk tepat di samping Gavin. "Are you ok?" tanya gadis tersebut. Tatapannya ikut melihat manja dengan manik mata yang mengujung mengisyaratkan dirinya ingin dibalas dengan manis. "I am okey Milla. Why?" "I don't know.' "You're beauty today." "Maybe, I think you are hungry." "Yes, I want eat you, Milla" Gavin menggerakkan wajahnya mend

