Hening, Sonya bungkam dengan sepasang matanya yang saling bertabrakan pandang dengan Gavin. Ia tak bisa menjawab apapun. Hatinya bergetar mendengar ketegasan pria yang selama ini selalu dipuja dan diinginkan kedatangannya setiap waktu. Ketegasan kalau jelas diri seorang Sonya hanya mendapat penolakan, tak ada celah atau kesempatan sedikitpun untuk bisa lebih dekat meski hanya sebentar. Tapi mengapa harus wanita lain yang merasakan kedekatan sejenak itu. Ia merasa disingkirkan perlahan-lahan dengan cara yang paling sakit "Apa semua hal yang aku lakukan selama ini, sia-sia?" tanya Sonya. Satu tetes air mata dari netra Sonya akhirnya jatuh. Membuat Sonya makin terlihat menyedihkan. Ia merasa begitu sakit, terluka dengan sayatan yang belum bisa sembuh tapi harus disayat lagi hatinya. Sungguh,

