Bukan, bukan yang seperti ini yang Sonya mau. Meski ia bisa merasakan hangatnya kulit Gavin. Akan tetapi, dirinya tidak suka diperlakukan seperti ini. Kasar dan terlalu menyakitkan. Apa layak wanita baik-baik seperti dirinya, yang tidak pernah sekalipun menggoda laki-laki lain, hanya menyatakan cinta untuk satu makhluk adam di dunia ini, yaitu Gavin. Malah diperlakukan buruk seperti wanita tidak terhormat. Sonya berusaha mendorong tubuh Gavin. “Berhenti Gavin!’ Sonya langsung duduk dan membenarkan bajunya yang sudah tidak karuan. “Buat apa kamu menutupinya?” tanya Gavin, sorot matanya dibuat seliar dan lapar mungkin, seolah ingin memakan Sonya saat itu juga. Gavin kembali menarik Sonya, dan Sonya segera menghindar. Ia bahkan menampar pipi halus Gavin yang tidak pernah sekalipun ditampar

