Kondisi ruang teater begitu ramai. Jovi masuk lebih dahulu. Baru sesaat kemudian Gavin muncul mengiringi langkah adiknya. Siapa kira kedatangan Gavin sudah sangat dinanti oleh Sonya. Ia yang sedang duduk di bangku sendirian bergegas mendekat pada Gavin. “Hay!” sapa Sonya. Gavin menoleh dan hanya menatap saja tanpa mengatakan apa-apa. “Kamu udah baca buku dari aku ‘kan Vin?” tanya Sonya. Ia dengan perasaan yang pastinya berdebar menanyakan hal tersebut. Gavin akhirnya menghentikan langkah dan mulai menarik nafas untuk berusaha menjawab pertanyaan dari Sonya barusan. Ia sadar, kalau dirinya harus menjawab dengan singkat saja. Mungkin kalau bisa lebih singkat dari biasanya. Karena sudah ada sepasang mata yang mengawasi dirinya sejak tadi. Sepasang mata dari Jovi. “Aku nggak baca buku

