Seperti gunung meletus, seperti itu lah perasaan Gavin dan Jovi yang kepergok begitu saja oleh papanya. Melihat Gavin diam, Jovi pun segera mengambil ponselnya dengan segera. Berpindah sudah ponselnya dari tangan Gavin kembali pada si pemilik. Gavin lalu tersadar kalau Papanya masih melihat ke arah sini. "Kamu, ngapain Gavin ada disini?" tanya Papanya. "Cuma mau lihat kondisinya Jovi." "Emang Jovi kenapa?" "Nggak kenapa-kenapa. Cuma ada sedikit masalah sama ponselnya. Aku mau benerin, dia malah nggak mau." Gavin dengan santai, lalu berjalan keluar kamar Jovi. Ia lalu memasang wajah datar seolah tak terjadi apa-apa. Santai dan tenang, Gavin begitu tak mencurigakan jika dirinya ada rasa dengan adik angkatnya. "Emang ponsel kamu kenapa Jov?" tanya pak Kevin pada Jovi. "Cuma kepenuhan

