bc

ABCD(Antara Benci, Cinta,dan Dusta)

book_age18+
1.0K
IKUTI
5.8K
BACA
billionaire
love-triangle
playboy
goodgirl
CEO
doctor
drama
evil
city
cheating
like
intro-logo
Uraian

Berawal dari sebuah taruhan antara Alex Nathaniel Wijaya dan Alvero Axel Adijaya membuat Alex bertemu dengan Elza Clarista Adelia.

Kedua bertaruh untuk mendapatkan wanita yang sudah bersuami karena lebih menantang. Namun, Elza justru menolak Alex dengan mentah-mentah sampai membuat Alex penasaran terhadapnya.

Elza bersikeras menolak cinta Alex walaupun kehidupan rumah tangganya dengan Guntur Sadewa tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Hidup Elza di penuhi dengan pengkhianatan yang Guntur lakukan.

Mengetahui bahwa Elza tidak bahagia bersama Guntur membuat Alex semakin bertekad untuk merebut Elza dari suaminya.

Kisah kehidupan mereka diselingi Antara Benci, Cinta, dan Dusta. Dimana diam-diam Alex dan Elza saling jatuh cinta.

Akankah Alex bisa mendapatkan Elza?

chap-preview
Pratinjau gratis
Pesta
Lampu Diskotik menyala dengan kerlap- kerlip nya. Dua pria duduk sambil meneguk anggur dan beberapa jenis sabu. Keduanya seakan tak bisa berhenti dan sudah kecanduan. Dua wanita berparas cantik dan juga seksi menggerayangi tubuh kedua pria tersebut. Alexander Nathaniel dan Alvero Axel. Kedua lelaki tampan dengan tubuh atletis yang kekar dan juga kaya raya tentunya. Semua wanita bahkan bertekuk lutut di hadapan keduanya. Mereka nyaris hidup sempurna bagaikan Raja di sebuah kerajaan. Harta melimpah dan juga rumah mewah yang tak sembarang orang miliki. Jika kalian bertanya apa yang keduanya tidak miliki, maka jawabannya adalah keduanya memiliki segalanya kecuali 'Cinta'. Alex hidup dalam keluarga Broken home dan dia tinggal dengan papanya yang kini menikah lagi. Sosok ibu Alex yang seharusnya menyayanginya justru berselingkuh dan lebih memilih lelaki lain. Kehidupan Axel lebih baik jika disandingkan dengan kehidupan yang Alex miliki. Namun, sikap keduanya nyaris sama. Axel menganggap jika kedua orang tuanya tidak saling mencintai. Setiap harinya rumah tangga mereka hanya di isi dengan sebuah pertengkaran hebat. Namun anehnya keduanya tidak mau bercerai karena alasan mereka keluarga terhormat. "Ayo sayang, kita ke hotel saja." Wanita di samping Alex mulai menggodanya. "Bawa aja, Lex. Gue tahu loe sekarang udah turn on kan?" Ejek Axel. Alex hanya tersenyum. Dia kembali meneguk segelas anggur lagi. Si wanita mulai membuka sebungkus rokok. Tentu saja bukan rokok biasa. Menyalakan api pada rokok milik Alex. Sesaat kemudian Alex membawanya menuju hotel. Axel yang melihatnya tertawa. Setelah itu, dia tak mau kalah dan juga membawa wanita yang bersamanya. Begitulah mereka menjalani hidup. Setiap hari mereka bekerja di perusahaan dan jika weekend tiba, keduanya akan berpesta. Alex terbangun dengan kepala yang masih pusing akibat pesta semalam. Disampingnya tertidur pulas seorang wanita yang dia bawa semalam. Alex segera mengambil pakaiannya yang berserakan. Mengambil kondom bekas pakai semalam dan melemparnya ke tong sampah. Setiap berhubungan, Alex selalu memakai pengaman. Dia tak mau mengambil resiko. Alex mengeluarkan sejumlah uang dan menaruhnya di atas meja. Lalu meninggalkan wanita itu tanpa pesan apapun. "Semua wanita sama saja. Rela diperbudak asal ada uangnya." Gumam Alex. Alex mengendarai mobilnya menuju rumah mewahnya berada. Setelah dewasa dia memutuskan untuk tinggal sendiri. Rumah itu cukup besar untuk ditinggalinya sendiri. Telepon Alex berdering. Rupanya Axel yang meneleponnya. Alex mengangkat telepon itu. "Loe dimana?" Tanya Axel diseberang telepon. "Gue di rumah." Jawab Alex. "Gue otw ke sana." Ucap Axel. Beberapa menit kemudian, Axel telah tiba di kediaman Alex. Lelaki itu tampak kesal karena Alex meninggalkannya. "Gila, Loe. Ninggalin gue gitu aja." Kata Axel marah. "Gue pikir loe gak di hotel." Jawab Alex seadanya. "Gue di kamar sebelah." Kata Axel. Sesaat kemudian Alex tertawa. "b******k loe." Ucap Axel kesal mendengar tawa Alex. "Habisnya, Gue pikir loe semalam udah gak tahan terus mutusin buat ngelakuin di Bar." Kata Alex. "Cih, loe pikir gue gak ada duit buat sewa hotel?" Kata Axel ketus. "Gimana cewek semalam?" Tanya Alex penasaran. "Membosankan. Lagi-lagi gue harus pakai pengaman. Kalau loe gimana?" Kata Axel bertanya. "Sama aja. Dia juga membosankan. Gue gak mau berurusan sama dia lagi." Jawab Alex. "Gue ada ide." Kata Axel menyeringai tersenyum. "Ide apa?" Tanya Alex. "Gimana kalau kita taruhan?" Ucap Axel lalu tersenyum. Otomatis Alex tersenyum. Ada satu mobil Axel yang Alex sukai. "Ini kunci mobil gue. Kalau loe menang loe bisa ambil." Kata Alex menerima tantangan Axel. "Tantangannya harus beda kali ini. Siapa yang bisa memikat wanita paling banyak dalam sebulan, dia akan menang." Kata Axel tersenyum licik. "Haha, cuma itu aja? Gue pastiin gue yang akan menang. Siap-siap loe bakalan kehilangan mobil." Kata Alex dengan sombongnya. "Cih, sombong banget, Loe. Tunggu dulu. Kalau cuma cewek biasa kan gampang. Kali ini tantangannya harus berbeda." Kata Axel. "Maksud loe apa?" Tanya Alex. "Wanita bersuami. Kita udah sering kali dengan gampangnya dapetin cewek single manapun. Tapi itu ngebosenin. Gue mau yang lebih menantang." Kata Axel. Alex terlihat kesal. Ingin sekali dia menghampiri Axel karena ide konyolnya itu. "Gila, loe ya? Datang dari mana ide konyol itu?" Ucap Alex menghampiri Axel dan ingin memukulnya. Namun setelah itu Alex justru tersenyum. "Boleh juga ide Loe." Kata Alex. Keduanya tersenyum. "Nanti malam akan ada pesta para pengusaha. Di sana akan diadakan pelelangan barang antik. Kita beraksi di sana. Kita cari wanita yang datang dengan suaminya. Kita lihat siapa yang dapat untuk pertama kali." Kata Axel. "Ok. Siapa takut." Kata Alex. Malam harinya keduanya datang bersama tapi dengan mobil yang berbeda. Alex datang dengan tuksedo abu-abu. Membuat dirinya terlihat semakin tampan. Axel datang dengan tuksedo birunya. Dia juga tak kalah tampan. Keduanya datang dan para wanita di sana mulai mencoba mendekati mereka berdua. Pelayan memberikan dua gelas anggur merah. Alex dan Axel meminumnya. Mata keduanya sedang mencari keberadaan sepasang suami istri yang terlihat serasi dan saling mencintai. "Loe lihat itu? Itu Adli Bagaskara. Dan istrinya Jasmine Bagaskara. Mereka terkenal setia dan saling mencintai, itu sasaran gue." Kata Axel. Axel kemudian menyapa Adli dan mengajaknya berkenalan. Sesekali Axel menatap Jasmine yang ada disebelah suaminya. Alex juga tak mau kalah, dia menatap beberapa pasangan yang ada di sana. Tatapannya tertuju pada seorang wanita yang datang bersama suaminya. Alex kemudian menghampiri Axel. Ingin menanyakan siapa wanita cantik yang datang bersama suaminya itu. "Axel, loe tahu siapa dia?" Tanya Alex. Axel terkejut saat melihat wanita yang di incar oleh Alex. "Jangan dia. Dia Elza Sadewa. Istri dari Guntur Sadewa. Kalau loe ketahuan, loe bisa mati." Ucap Axel memperingati. "Siapa dia? Kenapa gue harus takut? Bukankah kita telah bertaruh?" Ucap Alex. "Terserah. Elza Sadewa itu setia. Siap-siap loe bakalan di tolak." Kata Axel. Guntur terlihat meninggalkan Elza sendirian. Sementara Elza sibuk berbicara dengan wanita lainnya. Alex sengaja berjalan ke arah Elza yang sedang memegang segelas anggur. Dan menabrakkan dirinya hingga anggur itu tertumpah. "Ah, maaf. Baju anda jadi basah." Ucap Elza. "Tidak masalah." Kata Alex. Elza yang merasa bersalah lalu mengambil sapu tangan dari dalam tasnya. Elza membawa Alex ke wastafel dan membersihkan noda di jas yang Alex pakai. "Namaku Alex. Nama kamu siap?" Ucap Alex tersenyum. Elza sudah selesai membersihkan noda di pakaian Alex. Sedetik kemudian dia tersenyum. "Maaf, nodanya tidak bisa hilang. Aku pikir sekarang aku mengerti semuanya. Kau sengaja kan?" Kata Elza menatap Alex. Alex menatap seksama pada wajah Elza. Dia sangat cantik tanpa ada cacat sedikitpun. "Maksudmu apa?" Tanya Alex tak mengerti. "Kau sengaja menabrak ku. Kau sengaja ingin mendekatiku. Kalau itu yang kamu mau, kamu salah orang. Aku sudah bersuami dan asal kamu tahu, aku tidak akan mengkhianati suamiku." Kata Elza. Alex terkejut mendengarnya. Ternyata selain cantik, Elza juga wanita yang cerdas. "Aku tidak perlu menyebutkan namaku karena sebenarnya kamu sudah tahu." Ucap Elza meninggalkan Alex sendiri. Bejalan beberapa saat, Elza terhenti seketika. "Tidak baik terus-terusan memakai obat itu. Kamu hanya akan menyakiti kamu sendiri. Aku sarankan kamu menemui psikiater. Itu bukan jalan satu-satunya untuk menghilangkan stress" kata Elza lalu pergi. Alex menatap Elza. Bagaimana wanita itu tahu kalau Alex seorang pemakai?. Dan apa yang dikatakannya memanglah benar. Alex memakai obat itu karena stress dan depresi. "Menarik." Gumam Alex. "Perhatian semuanya. Acara lelang akan segera di mulai. Sesuai kesepakatan, hasil lelang akan di donasikan untuk Yayasan." Kata MC. Setiap tahun di tempat itu memang selalu di adakan lelang. "Yang pertama, lukisan yang di buat oleh Nyonya Elza Sadewa." Kata MC. Beberapa orang membuka penutup lukisan itu. Sebuah lukisan wanita yang terkurung disebuah sangkar emas. Lukisan yang menarik bagi siapapun yang melihatnya. "Lelang di mulai." Ucap MC. Seorang pria mengangkat tangan. "50 juta." Ucapnya. "60 juta." Ucap seorang wanita. "100 juta." Jasmine langsung memasang harga tinggi. "Bagaimana? Tidak ada lagi?" Tanya MC. "200 juta." Ucap Alex mengangkat tangannya. Semua mata tertuju padanya. Setelah ia, tak ada lagi yang memasang harga tinggi. "Baik, lukisan ini di dapatkan oleh tuan Alexander Nathaniel Wijaya dengan harga 200 juta. Mohon bagi Nyonya Elza Sadewa memberikan lukisannya." Ucap MC. Beberapa wartawan memotret acara itu. Karena menarik perhatian Guntur Sadewa. Lelaki itu kemudian menghampiri Alex. "Selamat malam tuan Alex. Saya Guntur Sadewa." Kata Guntur. Elza terpaksa tersenyum ke arah Alex dan juga ikut berkenalan. "Elza." Ucapnya. "Alex Wijaya." Jawab Alex. Setelah acara perkenalan itu, Alex berbincang dengan Guntur untuk sesaat. Bersamaan dengan itu Elza yang berprofesi sebagai dokter mendapat telepon darurat. Salah satu pasiennya mengalami kejang. Elza lalu pamit pada Guntur dan keluar lalu menuju rumah sakit tempat pasiennya dirawat. Melihat itu Alex mengikutinya. "Aku antar." Ucap Alex saat melihat Elza yang bingung mencari taksi. Karena darurat terpaksa Elza mengikuti Alex. Elza turun disebuah rumah sakit besar. Entah kenapa Alex penasaran dan justru mengikutinya. Elza segera memakai perlengkapan pakaiannya dan memasuki ruangan serba putih itu. Elza berusaha menyelamatkan pasiennya sekuat tenaga, beberapa kali melakukan kejut jantung, namun nyawa pasien itu tak tertolong lagi. Elza keluar dari ruangan itu dengan wajah frustasi. Keluarga pasien diluar sangat sedih mendengar penuturan Elza. "Maaf, tapi dia tak bisa tertolong lagi. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin." Kata Elza. Elza menghampiri Alex dan duduk didekatnya. "Ketika kamu kehilangan harapan hidup dan ingin menyerah, lihatlah ada seseorang yang ingin hidup namun tidak bisa. Lihatlah dia, dia overdosis karena obat-obatan. Berhentilah sekarang kalau tidak, keluargamu juga akan mengalami hal yang sama. Kalau tidak keluargamu hanya bisa menangisi kepergianmu" Ucap Elza. Alex terpaku mendengar perkataan dari Elza.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook