Sebuah Perdebatan

1021 Kata

Elza merasakan seseorang memeluk pinggangnya dengan erat. Elza cukup terkejut saat tahu jika itu adalah Guntur. Dia tak menyangka kalau lelaki itu pulang lebih cepat. "Kamu sudah bangun?" Ucap Guntur. Elza sedikit takut. Namun dia tetap mengangguk mendengar pertanyaan yang Guntur berikan. "Aku merindukanmu." Ucap Guntur. Baru saja hendak mencium Elza, dering teleponnya menghentikan dia. "Halo, Ma. Kenapa? Ada apa lagi? Aku sedang berada di rumah Elza." Kata Guntur. Lelaki itu lalu berdiri dan meninggalkan ranjang. Entah apa yang terjadi. Namun Elza tahu ada perdebatan antara Guntur dan Mamanya. "Sayang, maafkan aku. Aku harus pergi sekarang." Kata Guntur sambil berpakaian. Tak lupa dia mengecup kening Elza. Elza bernafas lega saat melihat kepergian Guntur. Entah kenapa untuk saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN