Satu Minggu Kemudian
hari demi hari berlalu dengan cepatnya, alesia semakin menjadi jadi bahkan dalam seminggu dia sudah putus dengan dua orang laki laki, dia sama sekali tidak memperdulikan peringatan papa nya, dan lagi lagi alesia di tipu dan hanya di manfaatkan oleh mereka.
sungguh darwis merasa gagal dalam menjaga anak semata wayang nya, darwis selalu kecolongan padahal dalam satu minggu ini dia sendiri yang menjaga ketat putrinya, sebelum menemukan bodyguard yang cocok untuk anaknya.
nyatanya kancil lebih pintar dari pada buaya...bukan begitu?
Pagi Ini Di Kantor Darwis
" selamat pagi pak" sapa asisten darwis yang bernama rian.
" pagi, apa kamu sudah menemukan bodyguard yang saya mau untuk menjaga alesia" tanya darwis sambil membuka kacamata bacanya melihat asisten pribadinya yang sedang berdiri di hadapannya.
" ini saya bawa profil beberapa kandidat yang akan menjadi bodyguard non alesia" kata rian, setelah itu dia memberikan beberapa lembar kertas pada darwis.
" duduk lah dulu" kata darwis mempersilahkan asistennya untuk duduk di depannya yang terhalang oleh meja kerjanya.
" baik, terima kasih pak" kata rian yang langsung mentaati perintah bos nya, ya kalik dia berdiri terus...
Darwis memakai kacamatanya lagi dan melihat satu persatu kertas tersebut, hingga dia fokus di salah satu profil seorang laki laki.
" Johan alexander?" gumam darwis membaca nama tersebut.
" dia bodyguard termuda usianya hanya satu tahun lebih tua dari non alesia tapi dia seorang petarung sejati, pemenang MMA, jadi tidak usah di ragukan lagi pak kalau soal beladiri meskipun dia paling muda tapi tidak kalah dari yang lainnya" kata rian menjelaskan nama yang di sebut oleh bos nya tadi.
Rian pun memperlihatkan sebuah vidio yang ada di ponselnya, dimana di dalam vidio itu ada johan alexander yang bertarung di atas ring.
" tolong kamu bawa dia kesini" perintah darwis.
" siap pak, besok pagi langsung saya bawa dia ke rumah bapak" kata rian.
" saya tunggu besok pagi" kata darwis
" baik pak, kalau begitu saya permisi dulu" pamit rian lalu berdiri keluar dari ruangan darwis.
" semoga bodyguard yang baru ini bisa menjaga alesia dengan baik, dan bisa mengimbangi tingkah kekanakan alesia" batin darwis
salah satu yang menjadi pertimbangan darwis memilih johan alexander adalah usianya yang masih terbilang muda jadi dia berfikir mereka akan bisa menjadi teman.
________
Di Sekolah
kini alesia bersama temanya yang bernama ratna sedang duduk di kantin menunggu pesanan makanannya datang.
" alesia apa lo gak bosen di tipu terus sama laki laki? terus sekarang lo pacaran lagi sama bram si playboy kampret itu" kata ratna yang sebenarnya kasihan dengan alesia, dia sudah sering kali menasehati alesia tapi ya gimana emang alesia suka seenaknya sendiri dan sama sekali tidak mau memperdulikan nasihat dari siapa pun.
" udahlah ratna, mungkin aku akan berhenti seperti ini kalau papa lebih perduli denganku dari pada pekerjaannya, jadi ya nikmatilah yang sekarang" kata alesia sambil memainkan ponselnya
" tapi papa lo kan udah berusaha buat selalu ada buat lo alesia, tapi ya memang dia punya perusahaan no 1 di negeri ini apalagi dia punya tanggung jawab beribu ribu karyawan, jadi ya maklumin aja kalau dia sibuk" kata ratna mencoba membuka hati dan pikiran alesia.
alesia hanya tersenyum menanggapi perkataan ratna.
" lo belum pernah ngerasain kayak gue ratna, keluarga lo lengkap masih ada kedua orang tua lo, dan lo selalu di perhatikan sama mereka, tapi gue? ah sudahlah gue cuma berdoa semoga lo bahagia terus ratna dan jangan sampai lo ngerasain sama seperti gue" monolog alesia dari dalam hati.
tiba tiba ada seorang laki laki yang tak lain adalah bram kekasih alesia yang sekarang datang ke meja alesia.
" boleh gabung gak?" tanya bram pada kedua wanita yang ada di sana.
" boleh dong bram, ya kan ratna?" tanya alesia sambil menyikut lengan ratna yang dari tadi diam.
alesia sebenarnya tahu kalau ratna sama sekali tidak menyukai kehadiran bram tapi apalah daya alesia juga tidak mau mengusir bram karena status mereka sekarang yang berpacaran.
bram duduk di sebelah alesia.
" nanti pulang sama siapa? biar aku antar ya?" tanya bram pada alesia.
" ekkkhheemm dia pulang sama gue, dia udah janji sama gue jadi dia gak bisa pulang sama lo" ujar ratna, ya memang tadi alesia sudah berjanji untuk pulang bersama ratna.
" maaf ya bram, aku gak tahu kalau kamu mau ngajakin pulang bareng jadi aku janjian pulang bareng sama ratna deh, next time ya" kata alesia sambil memegang tangan bram agar laki laki itu tidak marah.
" sabar bram, masih ada lain waktu" batin bram
" iya gak apa apa dong, tapi lain kali janji ya mau pulang sama aku?" kata bram sambil mengulas senyum palsu di wajahnya.
" baiklah" kata alesia
pesanan mereka pun datang.
" nona nona yang cantik ini pesanan kalian" kata wanita penjaga kantin yang membawa makanan pesanan ratna da alesia.
" loh bram kamu gak pesan?" tanya alesia karena penjaga kantin hanya membawa dua piring makanan.
" ehh gak, aku masih kenyang, oh ya aku balik ke kelas dulu ya, aku belum ngerjain tugas" kata bram berbohong " kamu hati hati ya kalau pulang nanti" kata bram sebelum meninggalkan alesia.
" iya" jawab alesia
" orang yang aneh" kata ratna setelah melihat kepergian bram
" udah udah ih ayo makan" kata alesia.
sedangkan bram tidak kembali ke kelasnya dia berjalan mengarah ke arah belakang sekolah.
" wooii bram" panggil salah satu teman geng bram yang bernama alvin yang sudah menunggu bram di belakang sekolah.
" gimana? berhasil gak ngajak alesia pulang bareng?" tanya alvin.
" gak, lain kali katanya dia sudah ada janji sama temannya tu si ratna" kata bram dengan nada yang sedikit kesal.
" bram bram ngajak pulang gitu aja gak bisa, mana yang katanya bram seorang playboy masak ngerayu cewek modelan kayak alesia aja gak bisa" ledek alvin
" alesia itu berbeda dari cewek cewek yang aku deketin selama ini, dia gak suka di paksa atau di rayu cukup gue baik dan kasih sedikit perhatian sama dia maka dia akan klepek klepek sama gue" kata bram yang sangat percaya diri.
" kamu cuma punya waktu satu minggu bram buat naklukin alesia, ingat itu" ingatkan alvin pada bram
" ck, jelas gue ingat" kata bram
bel masuk kelas pun berbunyi
" masuk kelas bro" ajak bram pada alvin.
" males gue mau bolos hari ini, lo aja yang masuk kelas" kata alvin.
" terserah lo" kaya bram meninggalkan alvin.
sedangkan alesia dan ratna berlari menuju kelasnya sampai di depan kelasnya ternyata sudah ada guru mata pelajaran selanjutnya.
" maaf bu kami terlambat" kata mereka berdua dengan kompak sambil mengatur nafas mereka masing masing.
" habis dari mana kalian" tanya guru wanita itu.
" habis dari kantin bu, terus ke toilet karena kebelet bu" jawab alesia jujur, yang memang habis makan dia kebelet buang air besar.
" ya sudah kalian boleh duduk" kata guru wanita tersebut.
" makasih bu" kata mereka berdua kompak dan duduk di bangku mereka masing masing.
_________________
Hari Berikutnya
sesuai dengan janji rian dia telah membawa seorang laki laki tampan dan gagah, rahangnya yang keras hidungnya yang sedikit mancung ya dia adalah johan alexander seorang bodyguard yang terlatih di usianya yang masih terbilang sangat muda.
disinilah mereka di rumah besar dan mewah milik darwis mereka sedang menunggu darwis di ruang tamu.
tak lama laki laki paru baya yang juga masih terlihat tampan dan gagah itupun datang menemui mereka.
" selamat pagi pak" sapa rian yang berdiri di ikuti oleh johan.
" pagi, duduklah kalian" perintah darwis mereka pun duduk di ruang tamu.
" kamu yang namanya johan?" tanya darwis.
" siap pak, nama saya johan alexander" johan yang memperkenalkan diri seperti seorang prajurit.
" baik, kamu tahu kamu kesini untuk apa?"
" siap tahu pak, untuk menjadi bodyguard nona muda" kata johan yang sudah di beri penjelasan oleh rian sebelumnya.
" sudah jangan bicara formal dengan saya, santai saja" kekehan darwis.
" siap baik pak, eh maaf baik pak" kata johan yang belum terbiasa karena memang dia juga pernah ikut pelatihan militer dulu.
" kamu masih kuliah?" tanya darwis.
" saya berhenti kuliah pak" kata johan.
darwis hanya menganggukkan kepalanya.
" pa papa dimana?" suara teriakan alesia yang terdengar hingga ruang tamu.
" papa di sini sayang" kata darwis
alesia pun menghampiri sang papa
" pa alesia berangkat sekolah du...." perkataan alesia menggantung ketika melihat seorang pemuda tampan di depannya.
" siapa dia? tampan sekali" batin alesia
" dia bodyguard kamu sekarang, yang akan ikut dengan kamu kemanapun kamu pergi" kata darwis yang seakan tahu isi hati alesia.
" eehh? bodyguard ku?"
...............