Terbongkarnya Sifat Asli Rafael

1172 Kata
Di gedung kosong yang penuh dengan debu dan gelap, disinilah alesia duduk di kursi dengan kedua tangan yang di ikat di belakang kursi. " Tolong lepasin aku" teriak alesia mencoba meminta tolong siapa tahu ada orang di sekitar sana. tiba tiba ada seorang laki laki yang bertubuh kekar dengan memakai pakaian serba hitam menghampiri alesia. " percuma saja kamu teriak teriak di sini, tidak akan ada yang dengar teriakan kamu" bentak laki laki tersebut yang menculik alesia tadi. " Tolong!..Tolong!..." alesia sama sekali tidak perduli dengan perkataan laki laki tersebut dia malah teriak semakin kencang. plaakkkkk!..... suara tamparan yang sangat keras di pipi alesia, laki laki itu geram dia pun menampar alesia yang semakin kencang berteriak. " Kalian akan menyesal telah menculik ku dan menampar ku seperti ini, papaku akan menghabisi kalian semua" teriak alesia lagi dengan mata yang memerah " Diamlah! " laki laki yang bertubuh kekar itu menutup bibir alesia menggunakan selotip " sekarang berteriaklah sesukamu, hahahah" katanya sambil tertawa, sedangkan alesia sudah meneteskan air matanya merasa takut dia pun ingin berteriak lagi tapi suaranya hanya tertahan di tenggorokannya. " papa tolong alesia pa, alesia takut " batinnya. " jaga dia baik baik, aku mau menelpon bos dulu" kata laki laki yang bertubuh kekar tadi pada tiga laki laki lain yang juga ada di gedung tersebut. " baik bos " jawab ketiga laki laki tersebut dengan kompak pada bos geng nya. " bos? apakah mereka ada yang menyuruh tapi siapa? apa saingan bisnis papa? " monolog alesia dalam hatinya ketika mendengar percakapan para laki laki yang menculik nya. lima menit kemudian terdengar suara keributan dari luar gedung tersebut, terdengar suara tembakan yang sangat keras membuat alesia merasakan merinding di sekujur tubuhnya, air matanya sudah membasahi pipi nya. tak lama pintu gedung masuk gedung tersebut di dobrak hingga rusak dan menampilkan sosok yang dia tunggu dari tadi. " papa " panggil alesia yang melihat papa nya. door!!.. door! suara tembakan dari dalam gedung. Ya, darwis yang datang bersama beberapa anak buahnya dan darwis telah menembak tiga orang laki laki yang tadi di suruh menjaga alesia. mudah saja bagi darwis untuk mengecek keberadaan putri kesayangannya karena setelah kejadian di klub malam itu, darwis diam diam mengaktifkan GPS di ponsel putrinya dan di sambungkan ke ponselnya. " alesia sayang, kamu tidak apa apa?" tanya darwis yang menghampiri putrinya dan dengan cepat darwis melepas ikatan tangan alesia dan selotip yang membungkam mulut nya. alesia pun langsung memeluk papa nya. " semuanya udah aman sayang, tenang lah" kata darwis menenangkan putri kesayangannya. " mereka di suruh orang pa, tadi aku denger percakapan mereka" aduh alesia pada papa nya. " kamu mau tahu siapa yang menyuruhnya?" tanya darwis, alesia langsung menganggukkan kepalanya. " sini ikut papa" kata darwis mengajak alesia pergi keluar dari gedung, sedangkan di luar gedung terlihat anak buah darwis telah menahan para penculik tersebut. " katakan siapa yang menyuruh kamu?" tanya darwis dengan menodongkan senjata apinya di wajah laki laki yang bertubuh kekar yang jadi bos geng nya. " maafkan saya pak, jangan bunuh saya, saya hanya di suruh dan saya tidak tahu kalau yang saya culik anak bapak, maaf kan saya sekali lagi pak" ujar laki laki berbadan kekar dengan nada suara yang bergetar karena takut. " gak usah banyak bicara kamu, cepat beri tahu saya siapa yang menyuruh kalian" kata darwis yang menaikkan satu oktaf nada bicaranya " rafael pak" kata laki laki tersebut. mata alesia membola sempurna dia terkejut dengan pengakuan penculik tersebut. " gak mungkin pa, gak mungkin rafael melakukan semua ini sama aku, dia sangat mencintaiku pa" kata alesia yang masih tidak percaya dengan perkataan laki laki yang menculiknya tadi, sepertinya gadis ini di butakan dan di tulikan oleh cinta. " coba kamu telpon bos kamu sekarang" perintah pak darwis pada laki laki bertubuh kekar. tak lama laki laki itu menelpon seseorang sesuai perintah darwis. " hallo bos " " ada apa lagi kamu meneleponku? lakukan tugas kamu dengan baik telepon nomer yang aku kasih tadi dan minta tebusan pada dia, jangan ragu minta tebusan uang sebanyak banyak nya dengan dia karena yang kamu culik itu anak satu satu nya pasti dia akan memberikan berapapun yang kamu mau, dan jangan lupa setengah dari uang itu adalah milikku" kata rafael di seberang sana. tentu saja alesia tahu suara siapa itu karena ponsel yang di buat untuk menelpon rafael sudah di speaker jadi semua mendengar perkataan rafael. " jadi kamu yang merencanakan ini semua " kini darwis mengambil alih ponsel tersebut. rafael yang berada di seberang telepon pun tak kalah terkejut mendengar suara darwis. " apa masih kurang kamu saya hajar seperti kemarin?, jangan harap kali ini kamu bisa kabur saya akan mempenjarakan kamu" rafael hanya terdiam tidak menjawab apapun, tak menunggu beberapa lama rafael langsung mematikan panggilan teleponnya secara sepihak. " br*ngsek dia memutuskan sambungannya, cari dia sekarang jangan sampai dia lolos dan langsung bawa ke kantor polisi" kata darwis memerintahkan anak buahnya. " dia ada di rumah sakit xxx" kata alesia memberitahu anak buah sang papa, karena alesia merasa sakit hati dengan rafael, orang yang di cintainya dengan tulus dan hanya dengan rafael alesia berpacaran hampir satu tahun tapi nyatanya rafael menusuknya dari belakang dengan pisau yang kasat mata hingga hati alesia merasa perih dan sakit sekali. " maafin alesia pa, karena alesia tidak percaya sama papa " kata alesia dia tahu kesalahannya. setelah itu darwis membawa pulang alesia. _______________ Sesampainya di rumah darwis menyuruh duduk alesia di ruang tengah, karena darwis ingin bicara dengan putrinya itu " papa mau bicara apa sih sama aku?" tanya alesia yang penasaran. " papa mau kamu berhenti berpacaran sebelum kamu lulus sekolah" kata darwis dengan sangat tegas. " kalau itu si alesia gak janji ya pa, soalnya alesia butuh perhatian dari sosok seorang laki laki, papa sendiri tidak pernah perhatian dengan ku yang papa tahu itu kerja, kerja dan kerja" protes alesia yang selama ini dia pendam dalam hatinya. " papa kerja itu untuk kamu sayang, kalau papa gak kerja siapa yang akan memberikan mu fasilitas mewah seperti ini?" " alesia gak butuh fasilitas mewah pa, asal papa tahu itu yang alesia butuhkan itu perhatian papa" ujar alesia dengan mata yang berkaca kaca. " oke maafkan papa, papa janji papa akan meluangkan banyak waktu buat kamu, dan kamu harus memaklumin jika sekali kali papa sibuk di kantor" kata darwis yang akhirnya mengalah demi anak nya " dan papa sudah menyewakan kamu seorang bodyguard pribadi agar kejadian yang seperti ini tidak terulang lagi" " alesia bisa jaga diri alesia sendiri pa, alesia gak butuh bodyguard" kata alesia " papa gak mau tahu kamu harus di jaga ketat sama bodyguard yang papa sewa, dan kamu jangan sampai bikin ulah untuk buat bodyguard itu tidak betah kerja menjaga kamu" kata darwis lalu pergi dari hadapan alesia. pasalnya, sudah pernah ada beberapa bodyguard yang menjaga alesia tapi berujung mengundurkan diri karena tidak tahan dengan ulah alesia yang memang dia sengaja. " lihat saja nanti pa, cuma butuh waktu tiga hari untuk buat bodyguard yang papa suruh untuk menjaga ku keluar sendiri dari pekerjaan ini" ...............
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN