Bab 88

1276 Kata

"Apa ini semua karena perempuan itu? Alinka?" Rosalia menatap Nayaka dengan mata berair. Ia mencoba untuk tetap tegar di tengah rasa sakit di hatinya. "Kamu nggak mungkin kan, jatuh cinta dengan perempuan itu!" katanya meninggikan suara. "Apa bagusnya sih, bocah ingusan itu! Dia nggak ada apa-apanya dibandingkan aku, Nayaka. Sadar!" "Berhenti membicarakan Alinka," balas Nayaka dingin. Tatapan matanya menyiratkan rasa tidak suka. "Kenapa memangnya? Apa istimewanya dia? Apa jangan-jangan, dia menggodamu dengan tubuhnya? Iya kan?" tuduh Rosalia semakin menjadi-jadi. "Berhenti bicara yang nggak-nggak soal Alinka!" bentak Nayaka marah. Ia menatap Rosalia dengan nyalang. "Semua yang terjadi di antara kita nggak ada hubungannya dengan Alinka. Semuanya salah kamu, Rosalia. Kamu yang melepaska

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN