Bab 87

1309 Kata

Pukul dua belas lebih sepuluh dini hari Nayaka sampai di hotel. Memang, ini sudah terlalu malam untuk bertemu dengan seseorang, tapi Nayaka merasa tidak bisa menunggu esok hari. Bahkan, ia tak peduli jika saat ini badannya terasa kelelahan karena seharian harus bekerja di luar kota. Yang ada di kepalanya saat ini adalah bertemu dengan Rosalia. Nayaka melihat sosok kakaknya sedang duduk di sofa yang berada di lobi dengan secangkir kopi di atas meja depannya. Pria itu tampak sibuk dengan tablet di tangannya hingga tidak menyadari kehadiran Nayaka di sampingnya. "Kak," panggil Nayaka yang membuat Naraya menoleh lalu mengangkat kepala untuk melihat wajah adiknya. "Rosalia tinggal di kamar nomor berapa? Gue harus bicara sama dia." Naraya bangkit dari duduk sambil berjalan melewati adiknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN