Wanita yang berada di samping meja Alinka menatap Alinka dengan tatapan dingin. Ekspresi wajahnya tampak tak bersahabat. “Kalau boleh tahu, siapa, ya?” tanya Alinka tidak yakin wanita itu. Wanita tersebut mendenguskan tawa sinis. Seolah pertanyaan Alinka terdengar sangat konyol di telinganya. “Apa Nayaka nggak pernah cerita sebelumnya soal saya? Atau memang kamu sendiri yang nggak mau mencari tahu soal saya?” tanyanya terdengar sakit hati. Ketika nama Nayaka disebut, sontak saja Alinka membelalakkan mata terkejut. Apa mungkin wanita yang berada di samping Alinka ini adalah Rosalia? Tidak mungkin kan wanita cantik dan luar biasa wangi ini adalah Rosalia? “Ah, akhirnya kamu tahu siapa saya,” kata wanita itu lagi setelah mengamati perubahan ekspresi Alinka yang mendadak tegang. “Benar

