Bab 102

1323 Kata

"Halo," sapa Nayaka dengan ramah kepada Tamara. Tamara berdeham lalu hanya menanggapi sapaan Nayaka itu dengan gumaman saja. "Ya udah ayo masuk," timpal Alinka menarik tangan Tamara untuk memasuki restoran. Nayaka mengekor di belakang dengan senyuman yang masih tersungging di bibirnya. Mereka duduk di satu meja yang sama dengan Nayaka duduk berhadapan dengan Alinka. Sedangkan Tamara duduk di samping Alinka. Meskipun tadi Tamara sempat memuji ketampanan wajah Nayaka, tapi hal itu tidak membuat Tamara serta merta jadi jinak begitu saja di depan Nayaka. Tamara memasang ekspresi wajah mengintimidasi yang hanya bisa membuat Nayaka tersenyum memaklumi. Alinka sendiri sudah berulang kali menyenggol Tamara sambil memelototinya, berharap Tamara bisa menatap Nayaka dengan tatapan normal, bukan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN