Sore harinya Nayaka menemani Alinka pergi ke pusara Oma. Tadi siang ketika jenazah Oma dikebumikan, Alinka tidak sempat ikut ke makam karena terlalu ramai oleh pelayat lain yang kebanyakan adalah kerabat. Selain itu Alinka juga merasa tidak sanggup mengucapkan salam perpisahan di makam itu. Alinka masih kesusahan mengikhlaskan kepergian Oma yang terlalu mendadak. Nayaka memegangi lengan Alinka, membantunya berjalan. Tubuh Alinka rasanya lemas dan tak bertenaga. Jika bukan karena keberadaan Nayaka di sampingnya, bisa dipastikan saat ini Alinka sudah terjatuh karena lemas. Bahkan, bisa jadi Alinka pingsan karena kesedihannya yang teramat sangat. Air mata Alinka menggenang di pelupuk mata ketika melihat makam Oma yang masih baru. Bunga mawar merah bertebaran di atas makam. Selain itu, ada

