Bab 94

1106 Kata

Alinka berjalan memasuki rumah mewah yang mendadak saja terasa asing baginya. Beberapa orang tampak mengabaikan Alinka karena mereka memang tidak mengena Alinka. Pun dengan Alinka. Ia tidak mengenal beberapa kerabat Oma yang saat ini berada di rumah. Alinka hanya tersenyum seadanya kepada orang-orang yang ia temui. Lalu, Alinka mulai menaiki tangga menuju lantai dua di mana kamarnya berada. Sejak memasuki rumah, Alinka belum melihat Tamara ataupun Mario. Ketika membuka pintu kamarnya, Alinka mendapati beberapa remaja yang saat ini tengah tiduran di atas kasurnya sambil sibuk dengan ponsel di tangannya. Sontak saja Alinka membatu di tempat melihat pemandangan di depannya ini. “Iya?” tanya salah satu dari mereka yang memiliki potongan rambut panjang berponi. “Nyari siapa?” “Tamara,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN