"Kata Kak Mario, kemarin pacar lo ke sini, ya?" tanya Tamara. Alinka menganggukkan kepala. "Iya," jawabnya. "Dari pagi Mas Nayaka di sini sampai sore." "Gitu ya," balas Tamara mengangguk mengerti. Saat ini Alinka dan Tamara sedang berada di halaman belakang rumah, duduk bersebelahan di kursi taman. Rumah keluarga Tamara ini masih tampak ramai oleh para pelayat. Bukan hanya Alinka saja yang merasa sesak melihat orang-orang yang berdatangan silih berganti, Tamara pun yang keluarga inti merasakan hal yang sama. Maka dari itu Tamara mengajak Alinka ke taman belakang rumah yang tidak begitu ramai untuk sekadar duduk. "Apa dia udah bahas soal mantannya itu? Yang kemarin ngelabrak lo?" Alinka menghela napas dalam. "Apa perlu kita bahas hal ini sekarang?" tanyanya merasa malas untuk sekadar

