“Mau pergi?” tanya suara di belakang Alinka. Alinka yang saat ini sudah berada di depan rumah keluarga Tamara sontak menoleh ke belakang. Dilihatnya Mario tengah berdiri di dekat gerbang dengan tatapan ke arahnya. “Iya,” jawab Alinka. “Sama Nayaka?” Alinka menganggukkan kepala. “Iya, sama Mas Nayaka.” “Mau ke mana?” “Mau minta dianterin ke makam Oma,” jawab Alinka meninggalkan detail lain yaitu Nayaka yang mengajaknya untuk makan siang bersama. “Kenapa harus repot-repot minta antar Nayaka? Aku kan bisa nganterin kamu ke sana. Sekalian aku juga bisa ke makam Oma,” kata Mario seraya berjalan mendekat ke arah Alinka. “Kak Mario kan masih sibuk,” balas Alinka. “Nggak enak kalau harus minta antar Kak Mario.” “Nggak apa-apa, Alinka. Harusnya kamu minta antar aja sama aku. Lagian, ak

