Pagi berikutnya datang dengan cara yang berbeda dari biasanya. Awan-awan tipis menggantung rendah di langit, seolah dunia masih mengantuk dan belum siap untuk benar-benar membuka mata. Udara terasa lebih sejuk dari hari-hari sebelumnya, membawa aroma tanah basah yang samar—pertanda hujan semalam yang turun tanpa mereka sadari. Violet terbangun sedikit lebih akhir dari biasanya. Bukan karena lelah, tapi karena untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, tubuhnya membiarkan dirinya tenggelam sedikit lebih lama dalam kenyamanan. Ketika ia membuka mata, ia menyadari Nadine sudah tidak berada di sampingnya seperti biasa. Untuk sesaat, Violet hanya berbaring, membiarkan tatapannya tertuju pada langit-langit kamar yang berwarna krem lembut. Ada suara samar dari arah dapur—bunyi panci ya

