Sore hari itu turun perlahan seperti tirai yang digerakkan oleh angin lembut. Matahari menyelinap di balik pepohonan tinggi di belakang rumah mereka, meninggalkan garis-garis cahaya keemasan yang jatuh di lantai ruang keluarga. Violet dan Nadine baru saja kembali dari toko buku, dan rumah masih terasa seperti menyimpan napas yang hangat—seakan menyambut mereka pulang. Nayla langsung berlari ke ruang tengah, meletakkan dua buku kelincinya di meja kopi kecil. Alvaro berjalan pelan di belakang, memeluk buku cuacanya dengan hati-hati seolah memegang sesuatu yang rapuh dan berharga. Nadine dan Violet menaruh tas belanja di kursi dekat pintu, membiarkan detik-detik kecil mengalir tanpa terburu-buru. “Boleh aku baca sekarang?” Nayla memegang buku kelinci bergambar sambil memandang Nadine dengan

