Sore itu, langit terlihat seperti kanvas luas yang dilukis dengan warna jingga dan keemasan. Angin bertiup lembut, membawa aroma bunga kamboja dari taman di depan rumah. Alvaro berlari kecil sambil tertawa, mengejar gelembung sabun yang melayang di udara. Di bangku taman, Violet dan Nadine duduk berdampingan, memperhatikan anak kecil itu bermain tanpa beban. “Dia cepat sekali tumbuh, ya,” ucap Nadine pelan, matanya mengikuti gerak lincah Alvaro. “Sepertinya baru kemarin aku masih menggendongnya.” Violet tersenyum lembut. “Aku juga kadang merasa seperti itu. Anak-anak memang begitu. Mereka tumbuh tanpa kita sadari, sementara kita sibuk memikirkan hal-hal yang sering kali tidak terlalu penting.” Ada jeda hening yang nyaman. Suara tawa Alvaro dan Nayla menjadi latar bagi percakapan dua per

