Pagi datang terlalu cepat. Atau mungkin malam memang tidak benar-benar memberikan istirahat pada Violet, sehingga cahaya pertama matahari terasa seperti kejutan kecil—menyilaukan, menusuk, dan mengingatkannya pada sesuatu yang ingin ia tunda lagi lima jam. Atau lima hari. Atau satu kehidupan penuh. Ia membuka mata perlahan. Kamar masih remang. Langit di luar jendela memperlihatkan warna biru pucat yang belum sepenuhnya bangun. Violet menarik selimut hingga ke dagu, menatap garis-garis lembut pada langit-langit yang baru kemarin dicat ulang. Ia ingin tetap di sini. Di tempat aman. Di tempat yang tidak ada suara masa lalu yang memanggil namanya. Tapi jam di sisi tempat tidur tidak mau kompromi. 06.03. Pertemuan itu… tinggal beberapa jam lagi. Violet menghembuskan napas. Mungkin jik

