Bab31

1682 Kata

Pagi itu seharusnya berjalan biasa. Setidaknya, di kepala Nadine yang mulai terbiasa dengan ritme rumah ini, semuanya akan terasa hangat seperti sinar matahari jam delapan yang menembus tirai ruang tengah. Tapi kehidupan, seperti biasa, selalu punya jalan memecah kesunyian dengan detail kecil yang menggigit. Dan detail itu muncul dalam bentuk telepon berdering. Bukan telepon rumah. Telepon Violet. Nada deringnya pendek—vibrasi lembut yang biasanya tidak mengganggu siapa pun. Tapi pagi ini, bunyinya seperti menembus ruang, memotong percakapan kecil antara Alvaro dan Nayla tentang siapa yang punya daun “diskon angin” paling banyak di halaman semalam. Violet berdiri di dekat pintu, mengambil ponsel sambil memeriksa caller ID. Sekilas saja, Nadine melihat ekspresi Violet berubah. Tidak d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN