Bab30

1145 Kata

Malam itu adalah malam yang berjalan dengan pelan—pelan seperti cara seseorang membuka pintu lama yang engselnya berkarat. Tidak ada kejadian besar, tidak ada suara tinggi, tidak ada debat atau konflik. Tapi justru dalam keheningan itu, sesuatu bergerak. Nadine menyadarinya setelah ia kembali ke kamarnya. Ia berdiri di ambang pintu, memandang ruangan yang selama ini hanya menjadi tempat singgahnya. Kamar tamu yang kini jadi kamar pribadinya. Dindingnya masih putih polos, lemari kayunya masih berbau furnitur baru, dan meja kecil di pojok masih kosong kecuali satu pot kecil berisi bunga lavender. Violet yang meletakkan lavender itu beberapa minggu lalu. “Biar kamarmu punya aroma yang nenangin,” katanya waktu itu. “Lavender bikin mimpi lebih lembut.” Nadine tidak benar-benar percaya—buka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN