Tidak ada suara yang menandai transisinya selain perubahan cahaya yang merayap di dinding kamar. Violet terbangun sebelum alarm, sebelum tubuhnya benar-benar memutuskan apakah hari ini ingin dimulai atau ditunda sedikit. Ia berbaring, memerhatikan langit-langit yang sudah dikenalnya terlalu lama untuk terasa asing, terlalu berubah untuk terasa sama. Di sampingnya, Nadine masih tidur. Ada ketenangan tertentu dalam cara seseorang tidur ketika ia tidak sedang membawa beban ke alam bawah sadarnya. Napas Nadine teratur, bahunya turun dengan ritme yang stabil. Violet menatapnya beberapa detik lebih lama dari yang ia perlukan—bukan karena kekhawatiran, bukan pula karena rasa ingin memastikan sesuatu. Hanya karena ia bisa. Ia bangun pelan, tidak ingin mengganggu. Dapur menyambutnya dengan kehe

