OwhKangen? Ck, nggak lah Kok nelepon? Tanda tanya aja, katanya dua hari kok empat hari? Hmmm kangen, iya kan? Nggak! Aku nggak lupa sama perjanjian kita, nggak boleh melibatkan perasaan Nyatanya kamu kangen Nggaaak! Hehe, aku kangen Dan sambungan telepon terhenti. Janet diam saja, kembali ia menatap ponsel di tangannya. Kata kangen yang Yoga ucapkan tadi tak ingin mengusik perasaannya. Dia tak mau terpancing omongan Yoga, pasti dia kangen hal lain, pasti dia hanya kangen tubuhnya, dan tak lebih, ia tak boleh terbawa perasaan dan tak mau terjerat lagi seperti pada Nayaka. Nayaka? Tiba-tiba saja ia ingat laki-laki itu dan entah mengapa ia tak ingin kembali pada Nayaka, seolah tak ada rasa apapun lagi. Jika mengingat bagaimana ia dicampakkan rasanya sanga

