Perlahan Janet mengusap pipi Yoga, ia dorong pelan tubuh Yoga dan mengusap bulu-bulu kasar di d**a laki-laki tampan itu yang sangat ia suka dan Janet seolah tak bisa menghentikan tangannya untuk terus mengusap. Yoga tetap memejamkan matanya, mendengkur halus dan tangan besarnya menangkup d**a Janet. "Aku tak tahu perasaan apa ini, tapi jika ingat perjanjian kita, aku takut menghadapi itu, jika kau sembuh maka selesai pernikahan kita, boleh kan aku berharap kau jangan segera sembuh?" Janet mendekap erat kepala Yoga ke dadanya, memindahkan tangan Yoga dari d**a ke pinggangnya, lama sekali ia tak merasakan hal seperti ini, merasa sesak dan takut kehilangan. "Jangan segera sembuh, aku tak mau ini berakhir." Dan air mata Janet perlahan mengalir

