"Terima kasih semua yang telah kalian siapkan, aku puas dan silakan kalian pulang, nanti akan ada bonus untuk kalian, sampai minggu depan di kantor karena aku dan istriku masih akan berbulan madu." Semuanya tersenyum puas dan segera beranjak pulang meninggalkan Yoga dan Janet yang masih saling menggenggam erat jemari mereka. "Kenapa sedih?" Yoga melepaskan genggaman jari Janet dan menangkup pipi istrinya yang matanya terlihat berkaca-kaca. "Kita hanya berdua ya Yog, nggak ada siapa-siapa, hanya teman dan para karyawanmu yang ada di sekeliling kita tadi, nggak kayak orang-orang yang menikah ...." Yoga merengkuh Janet ke dalam pelukannya. Bagi Yoga mungkin tak masalah karena ia laki-laki kesedihan tak begitu ia tampakkan. Tapi bagi Janet mungkin saat bahagia seperti ini kehadiran orang t

