“Kamu hanya mencari alasan untuk bertemu dengan Arisha, kan? Menggunakan Rian sebagai senjata. Kamu sangat mengagumkan,” komentar Barra yang duduk di sampingnya. Setelah gagal mengusir Barra dari kantornya, Khafi terpaksa membawa serta sang sahabat untuk bertemu dengan Arisha. Ingin sekali menurunkan Barra di tengah jalan, lalu meninggalkannya. Telinga pria itu sudah terbakar karena Barra yang terus saja berbicara sepanjang jalan. Padahal dia sedang menginginkan kedamaian. Sepertinya Barra sengaja membuat Khafi kesal. Dia membicarakan apa pun yang terlintas di pikirannya tanpa henti. Semakin banyak, semakin bagus. Biar Khafi merasa terganggu dan menanggapi perkataannya. Dalam keadaan normal, itulah yang akan terjadi. Meski begitu, dia tidak cukup yakin kalau Khafi akan menanggapi. Semen

