“Ifa mau kenalan sama asistennya Khafi?” ulang Yumna setelah Arisha selesai bercerita. “Iya. Gimana menurut Ibu? Ibu pernah ketemu sama Rian?” “Pernah, sih. Beberapa kali Rian menemani Khafi waktu ke restoran. Tapi Ibu tidak pernah ngobrol banyak. Dia pendiam banget. Kalau tidak ditanya, tidak bakal ngomong. Kamu yakin Rian bakal cocok sama Ifa?” “Arisha juga belum yakin, Bu. Tapi, Arisha sudah janji mau tanyain ini sama Mas Khafi. Apa menurut Ibu tindakan Arisha ini tidak benar?” “Ibu pikir tidak ada salahnya mengenalkan mereka. Rian sepertinya anak yang baik. Cuma, ya, itu tadi. Dia pendiam.” Arisha menarik napas. Dia menopang dagu sambil memikirkan kemungkinan Rian dan Nadhifa bisa berhubungan baik. Keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang. Bukan masalah. Bukankah dia dan Kha

