Bab 35: Sia-sia?

2006 Kata

“Kamu ngomong apa saja sama Rian?” Arisha mulai menginterogasi Nadhifa setelah tiba di kantor mereka. Dia merapat pada sang teman agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. Dari pengamatannya, Nadhifa sudah menembakkan busur pada asisten Khafi. “Kenapa enggak kamu duluan yang ngomong? Calon suamimu bilang apa?” “Dia bilang, kami lebih baik tinggal di rumahnya.” “Bukankah itu sudah diomongin waktu dia ke restoran kamu? Enggak ada yang lain?” Arisha menggembungkan pipi, lalu bersandar pada badan kursi. Tangannya meraih sebuah pena dan kertas. Setelah menghela napas, dia mulai mencoret-coret kertas putih itu. Dia tidak tahu apa harus mengatakan mengenai pembicaraannya dengan Khafi. Meski tidak bisa dikatakan sebuah rahasia, tetapi Khafi nyaris membongkar cerita yang dia simpan. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN