“Kamu yakin tidak mau ditemani Ibu dulu?” Yumna bertanya sekali lagi. “Arisha itu sudah menikah. Untuk apa menemani dia lagi?” Farzan mengingatkan. “Tapi dia sedang sakit, Mas. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? Khafi sibuk bekerja. Mana ada waktu untuk menemani istrinya seharian? Aku bisa meluangkan waktu karena tidak begitu sibuk. Mas juga bisa mengurus restoran sendiri. Bagaimana, Sha?” “Arisha baik-baik saja, Bu. Ibu tenang saja, ya. Nenek akan sering datang. Lagi pula di sini banyak asisten. Mereka bisa mengurus Arisha dengan sangat baik. Selain itu, Mas Khafi juga meminta seorang perawat. Arisha bisa menjaga diri sendiri.” Mengenai perawat yang dipanggil oleh Khafi, sebenarnya Arisha tidak begitu setuju. Mereka berdebat lama karena permasalahan ini. Setelah di rawat lima ha

