“Bukankah itu sedikit keterlaluan?” “Dia harus dikasih pelajaran karena sudah mengabaikanku.” Nadhifa menatap Arisha. “Sayang sekali kamu enggak ingat apa-apa. Padahal kamu yang buat aku dekat sama Rian.” “Seperti ini juga bagus, kan? Kita juga masih bisa saling bercerita.” “Memang. Tapi cara bicaramu itu harus diperbaiki. Aku rasa kamu sudah ketularan suamimu.” Nadhifa menoleh pada Khafi yang duduk di sofa, lalu beralih pada Arisha lagi. “Dia enggak pulang sejak kemarin?” “Dia terus di sini, tapi sangat jarang berbicara. Lihatlah betapa sibuknya dia dengan laptopnya itu. Aku merasa kalau dia sedang menghindariku.” “Buat apa dia menghindari kamu?” Arisha mengangkah bahu sambil memperhatikan Khafi yang masih saja fokus pada layar laptop. Pria itu berkata terlalu banyak pekerjaan yang

