“Bisakah Mas jelaskan apa yang terjadi sampai Arisha bisa terluka seperti itu?” Meski sedikit takut melihat wajah dingin Khafi, Nadhifa tetap memberanikan diri untuk bertanya. Lagi pula, sekarang Khafi tidak tampak menakutkan seperti biasa. Sebaliknya, pria itu terlihat sangat lemah. Seakan dia sudah menghabiskan seluruh energi yang dimilikinya untuk menjaga Arisha semalaman. Untungnya, Khafi sudah mengganti kemeja yang terkena darah. Wajah kusut dan penampilan berantakan pria itu sempat membuat Nadhifa membatalkan niat untuk mencari keadilan bagi sang sahabat. Penampilan Khafi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia heran kenapa Khafi masih tetap memesona hanya dengan kemeja hitam digulung sampai siku. Orang tampan, mau bagaimana pun tetap saja menarik perhatian. Bagaimana bisa oran

