48. Potong Lagi

1199 Kata

Maisha mengusap kening Khai yang penuh dengan keringat, bocah dengan pipi bakpao itu sedikit flu karena sehari sebelum sunat menghabiskan banyak sekali stok ice cream di lemari pendingin. Ditambah cuaca yang tak menentu belakangan ini, sudahlah makin menjadi saja bersin-bersin dan pileknya. Sejak pulang dari rumah sakit kemarin sore, bocah kecil itu meminta tidur dengan kedua orangtuanya di kamar utama. Jadilah seperti sekarang, Ferdian, Khai dan Maisha tidur berdesakan di ranjang besar dan bayi Rara tetap di box bayi yang tersambung dengan tepian tempat tidur. "Rum, kamu yang di tengah dong. Khai dipindah deket Rara ya?" ucap Ferdian setelah mematikan lampu utama. Sebenarnya Ferdian tau jika Khai tak bisa tidur jika di ruangan yang redup. Takut hantu katanya. Namun karena sekarang Kha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN