47 ~ Diluar Rencana

1299 Kata

●✿●✿●✿● "Rum.. Rum, bangun Rum..." bisik Ferdian sangat dekat dengan telinga Maisha. Maisha masih enggan membuka kelopak matanya yang masih terasa berat. Namun Ferdian tak gentar, masih mencoba mengguncang bahu Maisha sambil memanggil namanya. "Astaga Rum, melek dulu hayukk" "Kenapa sih mas? masih ngantuk banget ini. Besok lagi lah mainnya, tadi kan udah dua kali" jawab Maisha tanpa membuka mata. "Main apa sih? melek dulu makanya, itu Khai lagi nangis jejeritan, katanya gak bisa pipis" Mendengar nama putranya disebut, sontak Maisha membuka mata dan langsung terduduk. Telinganya langsung tanggap mendengar lirihan Khai dari kamar sebelah. Dengan segera perempuan itu mengusap wajah dan mengikat rambut panjangnya. Bangkit dan keluar dari kamar dengan berlari kecil diikuti oleh Ferdian ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN