●✿●✿●✿● "Eeeh ... dedek emessh Maisha dateng juga ke acara ini?" "Mas ICAAALLLLL..." Maisha memekik lantas berlari kecil kearah pria yang memanggilnya. Tanpa ragu sedikitpun Maisha bahkan memeluk sang pria dengan sangat erat, begitupun sebaliknya. "Ngapain mendadak muncul disini?" binar itu masih belum hilang dari sepasang netra Maisha. "Kangen lah dek, bosen ketemu bule terus. Pengen yang lokal-lokal aja." jawab pria yang dipanggil Ical itu. "Rum, udah dipanggil lagi kelas kita." Ferdian berjalan mendekati Maisha. Tanpa melepaskan pandangannya dari sosok pria pria dewasa yang baru dilihatnya. "Eh iya ya." Maisha memeluk lengan Ferdian lagi. "Mas Ical aku foto-foto sama angkatanku dulu ya, abis itu kesini lagi, tungguin." Maisha mengacungkan jari telunjuknya. "Ck... siapa sih?" "L

