45 ~ Bukan Karma

1311 Kata

●✿●✿●✿● Maisha mengabaikan hembusan angin malam yang membuat wajahnya kebas saat itu. Pikirannya berlarian pada isakan Keyra ketika menghubungi beberapa saat yang lalu. Memang ia mulai dekat lagi dengan Keyra, meskipun, yaa.. meski tidak seperti dulu sebelum badai merenggangkan keduanya empat tahun silam. Namun sejak bertukar tangis dan pelukan hangat dua bulan lalu, Keyra mulai sering mengirim pesan pada Maisha, sekedar menanyakan kabar, atau tawaran untuk menjaga Khai jika Maisha repot dengan bayi Rara. Bahkan beberapa kali ada kurir datang kerumahnya mengantarkan makanan atau bolu kukus favorit Maisha, yang ternyata sengaja dikirim oleh Keyra. "Diruangan mana?" Suara Ferdian memecah lamunan istrinya begitu mereka tiba di parkiran rumah sakit. Saat turun dari motor, dengan perlaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN