"Mau makan dulu?" tawar Azka menatap gadis disampingnya. "Boleh, kita makan sate!" ucap Ray senang. Azka menepikan mobilnya dan berhenti didekat pedangang sate. Pemuda itu menggandeng tangan gadisnya hingga duduk dikursi. "Azka, tadi ngomongin apa?" tanya Ray pada pemuda itu. "Bukan apa- apa," singkat Azka melihat ponselnya sejenak yang ternyata terdapat pesan dari Gilang agar menyuruhnya pulang. "Habis ini, mau ke salon?" tawar Azka mematikan ponselnya. "Iya!" jawab Ray senang. "Azka baik banget, tumben." Ray tertawa membuat Azka tersenyum menatap gadis itu. "Raysa," ucap Azka. "Apa yang belum lo dapatin di dunia ini?" tanya Azka pada gadis itu. "Hm... apa ya?" gumam Ray. "Ya banyak lah! Misalnya, gue belum dapat gelar kelulusan dari sekolah, belum nikah, belum punya anak, belu

