"Azka!" panggil Ray menoleh pada pemuda itu. "Bunda lo, baik banget! Terus ngijinin gue buat manggil bunda juga!" girang Ray sempat bertepuk tangan namun tak kunjung membuat perhatian Azka tertuju padanya. Ray menghela napas memilih mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil. "Terus?" Ray menyerngit. "Apanya?" tanya Ray kembali menoleh pada Azka. "Apalagi, yang bunda bilang?" tanya Azka menatap gadis itu saat lampu lalu lintas berwarna merah. "Kalau Azka berani nyakitin kamu, bilang ke bunda... gitu," pelan Ray dengan kekehan kecil. Azka tersenyum kembali melajukan mobilnya saat lampu berwarna hijau. "Dari dulu, bunda pengen punya anak perempuan. Bahkan sempat kepikiran buat adopsi. Tapi, takut dijahilin sama Kak Gilang, kayak dia ngejahilin gue." Ucap Azka bercerita membuat Ra

