Aditya melangkahkan kakinya memasuki pekarangan rumah sahabat satu-satunya yang dia miliki serta percayai, yaitu Bobby. Wajah Aditya tampak kusut dan kacau. Cap sebagai pria angkuh yang identik dengan smirk bahkan tidak terlihat sedikit pun. Dia langsung tancap gas menuju ke kediaman sahabatnya beberapa menit setelah insiden pertengkaran dan diakhiri oleh ciumannya di bibir Indria ditambah dengan peringatan keras yang dilayangkan saudara iparnya tersebut membuat Aditya kehilangan arah. Mungkin Bobby bisa membantunya dalam memahami apa yang sedang dia rasakan ini. Indria, sosok wanita itu mendominasi hati serta pikiran Aditya. Ya, Air mata yang deras mengalir di pipi wanita itu terus terlintas di pikirannya, bahkan hati Aditya keras dengan mudah terasa teriris dan tersayat akibat tangisan

