P10... Aditya mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang dan tatapannya tertuju lurus ke depan. Sementara itu, di sampingnya, duduk Indria yang juga memilih diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Suasana canggung dan menegangkan menyelimuti mereka berdua. Aura dingin dipancarkan oleh masing-masing individu ini. Tak ada komunikasi yang terjalin antara Aditya maupun Indria, seolah-olah mereka adalah robot. Keduanya enggan memulai pembicaraan, apalagi untuk hal yang tidak penting. Bukan perbincangan hangat yang akan terjadi, melainkan aksi adu mulut dengan ucapan-ucapan yang mampu menyayat perasaan. Aditya masih sibuk mengatur gemuruh di dadanya sejak tadi yang belum hilang juga. Sedangkan, Indria tengah menetralisir ketakutan akan memori masa lalunya yang bisa saja terekam kembali saa

