"Gue bilang ke dia kalau gue cuma ingin mencicipi bagaimana rasa tubuhnya. Dia kemudian nampar gue," jawab Aditya sambil mengingat tamparan keras secara beruntun yang dia peroleh dari wanita itu. Bugh!! Bugh!! Dua pukulan dilayangkan oleh Bobby tepat di wajah sang sahabat, cukup sudah dia bersabar. Lagipula, hantaman tersebut memang pantas diterima pria berengsek sekelas Aditya. "Berengsek lo, Dit! Lo benar-benar keterlaluan! Gue nyesel punya sahabat macam lo! Jika pun gue jadi Indria, gue bakal ambil pisau lalu bunuh lo!" Tangan Bobby masih mengepal dan menatap sahabatnya itu yang kini tersungkur di atas lantai akibat pukulan yang dia berikan. "Kirana menghasut gue dengan penilaian-penilaian negatif tentang Indria. Dia selalu minta gue buat balas dendam. Namun, ketika gue kenal denga

