15

791 Kata

Dua minggu sudah berlalu momen di mana Aditya mengakui perbuatan berengseknya pada Indria, meminta permohonan maaf dengan tulus tanpa paksaan dari siapapun. Kata maaf itu murni berasal dari lubuk hatinya yang terdalam. Memang tak ada perubahan signifikan yang terjadi di antara mereka berdua bahkan hubungannya dengan Indria bagai orang asing yang tidak saling kenal dan harus menetap di sebuah tempat karena keterpaksaan. Interaksi pun terjalin dengan sangat tidak baik. Indria, baginya permintaan maaf yang terlontar dari mulut si pria berengsek tidak lebih sebagai bualan belaka. Kata tersebut tak akan mampu membuat bahkan menyembuhkan sakit serta luka yang menganga di hatinya sekalipun. Sudah cukup pria berengsek itu menyakitinya tanpa berperasaan dulu, ya semua hanyalah masa lalu yang kelam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN