57

735 Kata

Indria memasang ekspresi datar andalannya. "Jika itu sudah menjadi keputusanmu. Temuilah Ayah dan Kakakku. Siapkan tubuhmu menerima segala reaksi apa pun yang akan diberikan mereka. Kamu mungkin memang pantas mendapat balasan seperti itu," jawab Indria. Nada bicaranya dingin dan menusuk. "Kamu benar. Aku memang sangat pantas menerimanya. Aku selalu siap. Bahkan jika harus mati di tangan keluargamu aku akan memasrahkan diri dan tidak menolak," balas Aditya masih menatap hangat wanita itu. Berbanding terbalik dengan Indria yang kini memalingkan wajah agar tidak perlu beradu pandang dengan Aditya. "Tenanglah. Kamu tak perlu khawatir. Aku tidak akan membiarkan keluargaku membunuh seseorang," nada suaranya masih tetap terdengar sama. "Jika pun harus terjadi aku siap menerimanya Indria. Bahka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN