47

811 Kata

"Jika aku tak melahirkan Rendra. Apa kamu akan menyesal dan mengucapkan maaf sampai sejauh ini?" tanya Indria pelan. Tak ada sorot kebencian di matanya kali ini. Aditya membisu, bukan karena dia tak mampu menjawab tapi ada begitu banyak hal yang ingin dia utarakan. Namun lidah Aditya seakan-akan mendadak terasa kelu terlebih ketika dihadapkan dengan pancaran mata Indria yang menunjukkan luka dan kekecewaan yang dengan setia masih tersimpan di hati wanita itu. Aditya bahkan tak bisa memalingkan tatapan dari sosok Indria. Entah bagaimana kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya sekarang, sekadar untuk bernapas saja terasa sangat sulit dan menyesakkan. Apakah ini yang dinamakan hancur? Ya jiwa Aditya bagai retak dan terbelah-belah menjadi potongan-potongan kecil yang begitu meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN